Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan Jakarta, seorang pemuda bernama Budiman, berusia 27 tahun, tengah bergelut dengan dilema klasik: gaji pas-pasan yang tak mampu menutupi kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Budiman bekerja sebagai karyawan administrasi di sebuah perusahaan swasta dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan dan membayar sewa kamar kostnya yang sederhana. Mimpi memiliki rumah sendiri, mobil, dan masa depan yang lebih cerah masih terasa jauh baginya. Ia sering berandai-andai, seandainya ada cara lain untuk menambah penghasilan, tanpa harus mengorbankan waktu dan tenaganya yang sudah terkuras di kantor.
Read More